Arsitektur merupakan
salah satu ilmu yang mempelajari mengenai penataan dan perancangan dalam
mendesain suatu projek berupa bangunan. Bangunan tersebut terdiri dari bangunan
tingkat rendah (low rise building) dan bangunan tingkat tinggi (high
rise building). Tidak hanya mengenai perancangan dalam bangunan saja, arsitektur pun mempelajari mengenai penataan dalam suatu wilayah. Baik dalam lingkup kecil berupa perumahan residence maupun dalam lingkup besar yaitu berupa penataan wilayah dan kota.
Disatu sisi, seorang
arsitek pun dituntut agar mengetahui dan memahami bahan-bahan dalam membangun
bangunan yang akan dibuat. Banyak sekali bahan bangunan yang digunakan dalam
mendirikan suatu bangunan mulai dari bahan berupa semen, batu bata, besi, dan
sebagainya.
Dalam realitanya,untuk
membangun suatu bangunan tidaklah cepat. Banyak sekali langkah-langkah yang
harus diperhatikan dengan teliti agar hasilnya baik, sempurna, dan kokoh.
Ternyata dibalik lamanya
pembuatan suatu bangunan, terdapat suatu inovasi baru agar pembangunan lebih
cepat dan tidak memakan waktu yang lama.
Inovasi tersebut bernama
M-System atau disebut juga dengan M-Panel. Kedua nama ini memiliki makna yang
sama, hanya saja berbeda nama dikarenakan berbeda perusahaan satu dengan yang
lain. Tetapi dalam hal fungsi M-System dan M-Panel ini memiliki fungsi yang
sama. Tetapi dalam blog ini saya akan menjelaskan mengenai inovasi dari
M-System.
M-system merupakan suatu
inovasi terbaru dalam membangun suatu bangunan dengan waktu yang relatif
lebih singkat. sistem konstruksi yang terdiri dari panel superfoam yang
disisipkan dengan kawat baja yang telah digalvanisasi yang digabungkan dengan
penghubung baja untuk membentuk suatu ikatan yang kuat seperti suatu formasi.
Bahan dasar superfoam dari m-system terbuat dari lempeng polystyrene tipe ”F”
yang tidak beracun dan memiliki kemampuan memperlambat penyebaran api.
M-system ini dapat digunakan pada dinding, lantai, tangga,
dan atap bangunan.
Mengapa menggunakan sistem M-System ini dapat mempercepat
waktu pengerjaan?
M-system ini menggunakan bahan yang dipasangkan perlembaran.
Tidak seperti bata yang disusun secara satuan. Proses pengerjaannya pun
terbilang mudah dan cukup efisien sehingga pengerjaannya pun cukup singkat.
Dalam blog ini saya akan membahas mengenai cara pemasangan dinding menggunakan
M-System.
Dinding dalam produk M-System ini sendiri terbagi menjadi 2
yaitu:
Single Dinding
![]() |
| sumber:www.google.com Single dinding merupakan dinding yang dilapisi polystyrene sebanyak satu lapisan. Single dinding ini biasanya digunakan sebagai penyekat antar ruang. Double Dinding |
Adapun kelebihan menggunakan dinding M-System ini yaitu:
- Tahan terhadap api
- Tahan terhadap gempa
- Tahan terhadap benturan
- Peredam suara yang baik
Dibalik kelebihan pasti terdapat kekurangan. Sama halnya
dengan dinding M-System ini. Dinding M-System ini memiliki kekurangan yaitu
harga yang relative lebih mahal dibanding dengan pembuatan dengan kon blok
ataupun bata. Tetapi hal itu sebanding dengan hasil yang lebih cepat tetapi
dengan kualitas bagus. Disatu sisi jika pengerjaan cepat harga tukangpun
relatif lebih sedikit bukan? Jadi menurut saya harga ini masih sebanding dengan
kita yang masih menggunakan bata ataupun bahan lainnya yang pengerjaannya jauh
lebih lama.
Sekarang saya akan menjelaskan mengenai pemasangan dinding
bangunan dengan menggunakan system M-System ini
- Buatlah pola dinding yang akan dibuat
- Di pola dinding tersebut, tancapkan besi dengan panjang ±50cm
- Tancapkan besi tersebut sedalam 20cm kemudian sisakan dibagian atas 30cm
- Buat jarak tiap besi ± 30-40cm
- Pasangkan dinding M-System yaitu polystyrene di tiap-tiap kosongan jarak antar besi
- Jika sudah tertempel semua buat pembesian di area pintu atau jendela secara diagonal untuk menguatkan bangunan
- Setelah itu buatlah system jaringan listrik dan pemipaan yang diperlukan
- Dan semprotkan cor-an beton ke dinding baik di dalam maupun diluar
- Setelah itu diamkan selama ±3jam dan semprotkan kembali cor-an tersebut agar mendapatkan hasil maksimal
- Terakhir cat bagian dinding sesuai kebutuhan agar kesan estetikanya terlihat dengan baik
sumber:
www.google.com
Nama: Sari Corry Maylani
Kelas: 2TB01
NPM: 2a314053
Mata Kuliah: Arsitektur dan Lingkungan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar